Selasa, 15 September 2015

JEDA DI POROS DAMAI

Suatu ketika aku berhenti berkelip
Melukis gelap di hitam
Siapa yang bisa membedakan leburannya?
Rasa.

Pada suatu sepatu aku berhenti berdetak
Dan senja pun membunuh jejak
Siapa yang tahu jalan pulang?
Kamu.

Dan pada beberapa kata kemarin aku berjalan
Penggalannya merantai jiwaku erat
Seperti menemukan Tuhan di hati pertama
Siapa yang tahu itu apa?
Damai.

Rabu, 24 Oktober 2012

CAHAYA DIBALIK SANA

Aku menggores…
Pada dinding mentari yang dingin
Yah gelap…
Tapi bukan tak berwarna

Di seberang dinding tembus pandang
spektrum bilik-bilikmu berwarna
tapi gelap

untuk apa pendaranmu
bila cahaya kau simpan disana
sedang malam adalah siangnya

dua sisi yang berbeda
dan kita tak bisa ada diantaranya
kecuali kau tak diam padaku, teman
Seperti waktu kemarin

Sabtu, 24 Maret 2012

Gadis Kecil Berambut Cokelat Meringkuk di Sudut

Mestinya di awan
Melompat sampai ke biru
Dengan kaki, bukan kepala berkasut

Bila bibirmu terus di lutut
Dengan apa lagi kita nyanyikan "Que Sera Sera"?

Jari-jari mereka hanya bisa melekat jika ada ditangan
Tapi hati kita bisa ada dimanapun

Jangan menangis sayang.....
Rambutmu belum perak untuk merasa di luar terlalu indah


Bila kau masih disana
Dan bila ku ada disana
Berdiri di belakang pinggangku
Dan kubunuh mereka
Bila kau masih terus disana
 

Senin, 12 Desember 2011

MARIA YANG BUKAN PERAWAN SUCI

Waktu itu waktu berjalan mundur
Jejak tapak kaki terbalik di tanah basah
Lihat semua… kembali

Lonceng gereja dan nyanyiannya beda
Itu tangisan pertama pada waktu yang ingin dibunuh
Dan pada waktu yang sedang ada
Menggores batas putihnya pada garis yang paling rawan
Bersambung tanpa bisa dihentikan

Maria yang bukan perawan suci
Berjalan diujung biola yang sepi
Opera-opera itu hanyalah kamuflase
Terlalu sunyi untuk didengar hatinya

Itu bukan salahnya
Dia hanyalah titik penghubung garis kutukan
Yang tak tahu apa-apa sampai dia tahu itu luka terdalam
Tak ada yang tahu mengapa dia menangis
Tak ada yang tahu untuk apa dia bersumpah

Maria yang bukan perawan suci
Terlalu sakit merenda rantai keadilan
Namun Terlalu salah bila dia berteriak “Tuhan, Kau dan dia bajingan!”
Anggap saja ini pengorbanan berdarah
Untuk Maria perawan suci yang belum tahu apa-apa

Dia selalu disana
Kecuali Tuhan buat kau dan dia mengerti
Dia Maria yang bukan perawan suci
Juga seperti Maria sang perawan suci
Yang kau puja didepan dia
Semoga kau mengerti

Sabtu, 23 Juli 2011

MEMBAKAR API DALAM API

Dalam padamu aku bercahaya
Menghangat pada sayap-sayap yang hampir terentang
Sungguh kau bertahan di jejalan jelaga
Menaliku menyentuh senyum
Tolong, cinta sudah jatuh
Aku membara

Berdetak seribu jantung
Bergelombang cepat merambat
Meleleh dari aliran darah yang meriak
Tolong, tak boleh jatuh cinta
Aku terbakar

Ku tapis langit sisakan bintang
Sampai jingga melupakan warnanya
Dan hitam tak ingat gelapnya
Menjadi rasa tanpa warna
Warna tanpa rasa

Diatas abu hatiku
Kau hangus, bukan aku
Kau mati, dalam napasku


Kacang dan kamar,
23072011




Kamis, 21 Juli 2011

PETAK UMPAT

Roda-roda mencicit
Makan jalanan sampai ke tepian
Terkejut

Teriaknya
Bangsat…
Anjrit…
bajing…
Sang dia memerah di siang bolong
Ku pikir septic tank beranak sampah
Padahal itu mulut
Ah aku menggeleng
Ngeri….

Hari makin panas
Brakkkkk!! Tangannya meninju
Sreetttt… matanya menusuk
Tapi Hanya ada kemarahan di angin
Dia memanas
Kemaluan di mulut
Lalu mulutnya dimana?
Bingung….

Piuuhh… dia meludah
Tepat di wajah anak muda itu
Dia puas
Dia bangga
Dia jalan
Zig-zag di atas petak umpatnya
Astagah….

Ckckckkc….
Aku melihatnya
PRIHATIN…

Jumat, 27 Mei 2011

KAU TEMANKU?

Aku telah berteriak pada angin yang kosong
Menarikmu dari definisi cintamu yang ser0ng
Aku bukan orang suci
Tapi hatiku terkoyak mend0akanmu
Meminta, mengharap, memaksa dan mengemis pada Tuhan
Agar kau tak lagi disana
Ketika kau berpikir
Saat kau kesepian
Atau ketika kita sedang berbincang

Tapi aku hanya patung
Dengan ejekan tak pernah tahu arti cinta
Seberapa banyak kau tahu tentangku?
Kau hanya tahu tahi lalatku dikiri
Tapi tak tahu dimana hatiku.

Ada bintang disana dan aku terbang
Menari seperti lagu itu
Di langit yang hitam pada awan yang banyak
Tak ada apapun ditanganku
Tak ada rantai dikakiku
Ada pedang dihatiku
Ada darah dimataku
Tak ada aku disini
Tak ada aku disana
Karena ini sakit teman.